Badarawuhi di Desa Penari: Mengungkap Teror Sebelum Tragedi KKN
“Badarawuhi di Desa Penari” membawa penonton kembali ke desa angker yang sama, namun kali ini untuk menggali asal-usul teror yang menghantui tempat itu jauh sebelum kedatangan para mahasiswa KKN. Film ini berpusat pada Mila (diperankan oleh Maudy Effrosina), seorang gadis yang bersama teman-temannya, Yuda, Jito, dan Roy, datang ke Desa Penari. Kedatangan mereka bukanlah tanpa sebab; mereka mencari seorang penari untuk menyembuhkan ibu Mila dari penyakit misterius, berdasarkan petunjuk dari seorang paranormal.
Setibanya di desa, mereka disambut oleh sesepuh desa yang memperingatkan mereka tentang bahaya yang mengintai. Namun, didesak oleh kondisi ibunya yang semakin parah, Mila nekat melanjutkan misinya. Ia segera menyadari bahwa desa tersebut berada di bawah cengkeraman entitas gaib yang kuat, Badarawuhi, sesosok siluman ular penari yang cantik namun mematikan. Mila terpilih menjadi “dawuh” atau penari baru untuk memuaskan Badarawuhi, sebuah ritual yang membawanya ke dalam pusaran teror supranatural yang mengerikan.
Film ini tidak hanya menyajikan kengerian dan penampakan yang intens, tetapi juga memperluas mitologi Desa Penari. Penonton akan melihat bagaimana Badarawuhi memilih mangsanya, misteri gelang penari, dan kutukan abadi yang mengikat desa tersebut. Disutradarai oleh Kimo Stamboel, “Badarawuhi di Desa Penari” berhasil menjadi film Indonesia pertama yang dirilis dalam format IMAX dan meraih kesuksesan internasional, menguak sisi gelap dari legenda yang telah meneror jutaan penonton.











