Furiosa: A Mad Max Saga – Lupakan jalanan aspal yang mulus dan sambutlah kembali dunia pasca-apokaliptik yang brutal, penuh debu, dan haus darah. “Furiosa: A Mad Max Saga” adalah ledakan oktan tinggi yang membawa kita kembali ke semesta Mad Max yang legendaris, namun kali ini untuk menyaksikan kisah asal-usul salah satu pejuang terhebatnya: Imperator Furiosa. Jauh sebelum ia bertemu Max dan memimpin pemberontakan di Citadel, ia adalah seorang anak yang direnggut dari surga hijau dan dilemparkan ke dalam neraka.
Disutradarai oleh sang maestro visioner, George Miller, film ini adalah prekuel epik dari “Mad Max: Fury Road”. Penonton akan menyaksikan Furiosa muda (diperankan dengan brilian oleh Anya Taylor-Joy) diculik dari “Green Place of Many Mothers” yang subur dan jatuh ke tangan Biker Horde raksasa yang dipimpin oleh Warlord Dementus (Chris Hemsworth dalam penampilan yang transformatif dan kejam). Terseret melintasi Wasteland, mereka tiba di Citadel yang dikuasai oleh Immortan Joe.
Di tengah perang supremasi antara dua tiran yang saling berebut kekuasaan, Furiosa harus bertahan hidup. Ia dipaksa menyaksikan kekejaman yang tak terbayangkan dan melalui berbagai cobaan yang menempa dirinya dari seorang anak yang penuh harapan menjadi seorang pejuang tanpa ampun. Dengan satu tujuan yang membara di hatinya—yaitu untuk kembali pulang—Furiosa harus mengumpulkan kekuatan, kecerdasan, dan segala cara untuk menavigasi lanskap neraka ini.
“Furiosa: A Mad Max Saga” bukan sekadar film aksi. Ini adalah sebuah odisei balas dendam, sebuah kisah epik tentang kehilangan dan ketahanan yang membentang selama 15 tahun. Dengan kejar-kejaran kendaraan yang memompa adrenalin, desain dunia yang imajinatif, dan narasi yang kaya akan mitologi, George Miller sekali lagi membuktikan dirinya sebagai dewa sinema aksi. Bersiaplah untuk menyaksikan lahirnya seorang legenda dalam kobaran api dan deru mesin.











